Selasa, 11 Mei 2010

TEKNOLOGI HIDROPONIK DENGAN MEDIA KERTAS UNTUK BUDIDAYA PERTANIAN KOTA

TEKNOLOGI HIDROPONIK DENGAN MEDIA KERTAS
UNTUK BUDIDAYA PERTANIAN KOTA
MUHAMMAD NAFIS RAHMAN (F14090119)
MAHASISWA TINGKAT PERSIAPAN BERSAMA
Bogor Agricultural University. http://www.ipb.ac.id
    Pada era perkembangan jaman yang sangat modern ini, perlu adanya peran dari berbagai elemen untuk bersama-sama memikirkan pentingnya pertanian yang terintegrasi.Saat ini dunia pertanian masih memperihatinkan, karena banyak yang  beranggapan bahwa hasil dari usaha pertanian masih sangat kecil sehinnga mereka enggan untuk berkecimpungan di bidang ini.Hal tersebut yang menyebabkan kurang dapat berkembangnya pertanian di Indonesia.Padahal jika di lihat dari berbagai sudut pandang baik dari geografis ataupun astronomis negara Indonesia sangat ideal dalam bidang pertanian, pertanian sangat berperan penting dalam pemenuhan pangan, hal itu merupakan landasan yang penting dalam suatu bangsa.Sebagai negara yang memiliki banyak sekali potensi dalam bidang pertanian seharusnya Indonesia menjadi negara yang benar-benar memprhatikan aspek ini, tetapi dalam kenyataannya Indonesia masih setengah-setengah dalam mengembangkan pertanian.Padahal Indonesia saat ini sangat kesulitan sekali dalam memenuhi pangan nasional.
    Sebagai negara yang memiliki iklim tropis dan juga berada dalam kondisi yang strategis dalam membangun dunia pertanian maka perlu perhatian lebih dari berbagai pihak untuk kembali memikirkan dunia pertanian Indonesia yang kini kian terbengkalai.Padahal potensi-potensi yang dimiliki sungguh sangat besar tetapi rakyat Indonesia cenderung berfikiran negatif terhadap pertanian. Saat ini pertanian di Indonesia dipandang sebagai sebuah pekerjaan yang kurang memiliki nilai ekonomis tinggi dan kendala yang lain adalah konversi yang terjadi secara besar-besaran yang telah terjadi di Indonesia,sehingga areal pertanian semakin menyempit dan berubah menjadi perumahan-perumahan dan berbagai bentuk yang lain yang memang tidak dapat dihindari karena pertambahan penduduk di Indonesia yang demikian pesat sehingga perlu adanya tindak lanjut untuk kembali mengembalikan citra pertanian Indonesia dan memberikan solusi yang tepat sebagai jalan tengah dengan adanya konversi lahan tersebut.
Perkembangan teknologi di bidang pertanian demikian pesat, sehingga mereka yang tertinggal dalam memanfaatkan kemajuan teknologi tidak akan memperoleh keuntungan yang maksimal dari kegiatan usaha yang dilakukannya. Salah satu perkembangan teknologi budidaya pertanian yang layak disebarluaskan adalah teknologi hidroponik. Hal ini disebabkan oleh semakin langkanya sumberdaya lahan, terutama akibat perkembangan sektor industri dan jasa, sehingga kegiatan usaha pertanian konvensional semakin tidak kompetitif karena tingginya harga lahan. Teknologi budidaya pertanian sistem hidroponik memberikan alternatif bagi para petani yang memiliki lahan sempit atau yang hanya memiliki pekarangan rumah untuk dapat melaksanakan kegiatan usaha yang dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan yang memadai.
Hidroponik merupakan langkah yang paling efisien untuk mengatasi permasalahan yang cukup pelik tersebut.Dengan sistem hidroponik maka berbagai bentuk pertanian yang tadinya tidak dapat dilakukan dapat dilakukan oleh masyarakat perkotaan dan dengan sistem ini maka tidak ada yang akan membatasi masyarakat perkotaan yang tidak memiliki lahan yang cukup untuk budidaya pertanian dapat tetap mengembangkannya.
Bertanam secara Hidroponik telah dikenal lebih dari 100 tahun yang lalu. Namun, kepopulerannya baru berlangsung sejak tahun 1936, saat Dr. W.F. Gericke Berhasil menumbuhkan tanaman tomat dalam kolam berisi air dan nutrient di laboratoriumnya. Beliau menamakan cara ini dengan aquaculture, akan tetapi, karena istilah ini telah dipakai untuk menumbuhkan tanaman dan binatang air maka diganti namanya menjadi hydroponics dalam bahasa Indonesia hidroponik yang artinya proses penanaman dengan media air dan tanpa media tanah (Indriyani Hety,1995).
   

Dalam pengusahaan hidroponik perlu diperhatikan beberapa hal berikut.
1.Persiapan umum tanaman hidroponik.
    Seperti cara budidaya tanaman yang lain teknik penanaman hidroponik juga membutuhkan beberapa persiapan. Persiapan tersebut meliputi pemilihan lokasi, greenhouse (jika memungkinkan), media, pot, dan sarana irigasi serta nutrient.
   A.Pemilihan lokasi
    Pemilihan lokasi untuk tempat budidaya sangat penting. Terutama bagi masyarakat perkotaan atau mereka yang ingin berbisnis dengan tanaman hidroponik.Dengan menentukan lokasi yang tepat diharapkan dapat menekan biaya dan lokasi yang dibutuhkan.
    Banyak pilihan yang ada,tetapi jika budidaya ini dikhususkan untuk masyarakat perkotaan maka untuk memilihnya diperlukan suatu kriteria tertentu.Kriteria tersebut antara lain:
    1.Sesuai dengan syarat tumbuh tanaman.
    2.Dekat dengan pusat sarana atau kebutuhan produksi.
    3.Sarana untuk perawatan yang mudah dijangkau.
    4.Dapat terkena sinar matahari langsung.
    Kriteria tersebut tidak mutlak harus ada atau terpenuhi, tetapi yang lebih perlu seoptimal mungkin sehingga hasil yang didapat cukup maksimal.
  B. Greenhouse
    Budidaya tanaman dengan sistem hidroponik pada umumnya dilakukan didalam greenhouse. Istilah yang sering digunakan untuk terjemahan kata ini adalah rumah kaca. Tetapi hal ini tidak lagi sesuai karena sebagian besar greenhouse dibangun tidak lagi menggunakan kaca, tetapi menggunakan plastik untuk penutupnya (Suhardiyanto, 2009).
Greenhouse (rumah kaca) mulanya ada di Belanda. Di negara tersebut greenhouse sangat penting karena negara tersebut memiliki empat musim yang cukup ekstrim,maka untuk menumbuhkan tanaman yang optimal musim tersebut harus dapat disesuaikan dengan syarat tumbuh tanaman, maka perlu dibuat greenhouse, tetapi jika di Indonesia tidak mutlak harus ada, adanya greenhouse ini hanya untuk lebih memudahkan dalam perawatan dan menghindari berbagai penyakit tanaman, tetapi jika tidak memiliki lahan maka greenhouse tidak harus ada. Yang tepenting adalah bagaimana kita merawat tanaman hidroponik (Prihmantoro, 1994).
  C. Media
    Media untuk tanaman hidroponik bermacam-macam. Persyaratan terpenting untuk media tumbuh harus ringan dan porus (memiliki banyak pori).Tiap media  mempunyai bobot dan porositas yang berbeda. Oleh karena itu, dalam memilih media sebaiknya dicari yang paling ringan dan yang mepunyai porositas baik. Selain itu media tersebut mudah didapat untuk digunakan.
    Macam-macam media yang dapat digunakan yaitu arang sekam, pasir, zeolit, kertas, rockwoll, gambut (peat moss), dan sabut kelapa.
Dalam hidroponik saat ini akan menggunakan media kertas bekas yang saat ini justru menjadi sampah yang tidak memiliki nilai ekonomis sama sekali. Sehingga jika digunakan sebagai media tumbuh untuk membuat tanaman hidroponik akan memiliki nilai kegunaan yang lebih besar, dalam pemilihan kertas sebagai media tumbuh maka perlu memperhatikan hal-hal yang mendasar berikut.
  I. Jenis kertas
     Jenis kertas yang digunakan dalam sistem ini adalah kertas yang murni tidak ada campuran dengan plastik ataupun dengan zat yang berbahaya bagi pertumbuhan tanaman. Sehingga sanagat penting untuk memilih jenis kertas yang digunakan, kertas yang baik digunakan justru kertas yang sudah lapuk karena proses penghancuran dan daya serapnya yang tinggi.
 II.Proses pembuatan media tumbuh kertas.
    Proses dalam membuat media tumbuh kertas harus memperhatikan kebersihan dari kertas tersebut apakah kertas tersebut memiliki banyak kandungan seperti tinta misalnya,jika hal ini terjadi maka perlu penanganan yang lebih intensif untuk menghilangkan tinta tersebut sehingga tidak menjadi zat yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman tersebut. Cara yang dapat membuang tinta adalah dengan cara menghancurkan kertas tersebut dengan penghalus lalu halusan yang telah menjadi bubur tersebut disaring untuk dipisahkan dengan tintanya, tentunya dalam penghalusan mengggunakan campuran air untuk membantu proses penghalusan dan pemisah tinta dengan kertas tesebut.
    Setelah kertas cukup bersih maka kertas perlu untuk direbus atau dipanaskan, fungsi dari perebusan atau pemanasan tersebut adalah untuk sterilisasi kertas tersebut dari berbagai jenis mikroba yang mungkin akan mengganggu pertumbuhan bakteri tersebut. Setelah itu kertas ditiriskan.

D.Penyiapan tempat media tumbuh (pot).
    Sebagai tanaman hidroponik tentu perlu adanya perawatan yang intensif untuk pembudidayaan sehingga hasil dari tanaman tersebut akan maksimal, yang berkaitan dengan hal ini adalah tempat media tumbuh (pot) yang akan menjadi lahan bagi tanaman untuk tumbuh maka dengan memperhatikan beberapa hal berikut, maka akan dapat membuat pot yang baik,
    1.Bahan untuk membuat pot sebaiknya menggunakan bahan yang terbuat dari plastik karena dengan bahan ini efisiensi penggunaanya akan didapat,misalnya tidak memerlukan dana yang besar, tidak berkarat, mudah di modifikasi sesuai keinginan, tidak cepat lapuk dan lain sebagainya.
    2.Membuat saluran air. Dalam hidroponik unsur yang paling berperan adalah air sebagai pelarut dari zat-zat yang akan membantu pertumbuhan dari tanaman yang akan di kembangkan
E. Sarana Irigasi
    Irigasi atau pengairan sangat penting dalam pertumbuhan tanaman. Apalagi dalam sistem hidroponik irigasi yang teraktur atau sangat dibutuhkan, selain melihat dari media yang akan digunakan adalah kertas,karena media ini bersifat cepat kering dan mengeras maka sistem irigasi yang baik perlu di perhatikan. Secara garis besar , irigasi dalam sistem hidroponik dapat digolongkan menjadi dua, yaitu sistem air mengenang dan sistem air mengalir.
1.    Sistem Air Menggenang
Dalam sistem irigasi ini air/larutan yang diberikan terapung dalam wadah/pot sehingga tergenang. Hal yang dimaksud adalah untuk menghindari terendamnya akar sehingga tidak terjadi pembusukkan akar. Dengan sistem ini ada kemungkinan zat hara akan mengendap di bawah pot sehingga konsentrasi air berubah. Oleh karenanya , bila telah tejadi perubahan konsentrasi (dari hasil pengukuran ),wadah/pot harus dicuci.
2.    Sistem air mengalir
Sistem air mengalir mempunya prinsip air/larutan dialirkan terus sehingga tidak ada yang menggenang. Sistem ini mempunya kelebihan yaitu zat hara yang tercampur dalam air tidak mengendap sehingga akar tetapn menyerap dalam konsentrasi yang sama dan sesuai.Dan untuk media kertas tekni sistem irigasi ini yang cocok untuk diterapkan karena karakteristik kertas yang hampir sama dengan tanah. Tetapi yang terpenting dalam menuangkan air tersebut dalam pot tidak telalu berlebihan.
Gambar Sistem irigasi air mengalir.
 Dalam gambar ini terlihat bahwa air akan selalu mengalir di bawah akar sehingga penggunaan air akan optimal.
F.Penambahan nutrisi tanaman Hidroponik
    Dalam budidaya tanaman hidroponik tentunya membutuhkan nutrisi yang cukup agar pertumbuhan tanaman dapat optimal.Unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tanaman bermacam-macam dan memiliki berbgai fungsi yang berbeda pula. Fungsi tersebut adalah sebagai berikut.
1.Nitrogen : memacu pertumbuhan daun dan batang serta membantu pembentukan                                                                             akar. Oleh karenanya, unsur ini baik untuk tanaman sayuran.
2.Fosfor : membantu pembentukan bunga dan buah serta mendorong pertumbuhan akar muda.
3.Kalium: membantu pembentukan bunga dan buah serta menguatkan tanaman.
4.Kalsium : membantu pertumbuhan ujung-ujung akar dan pembentukan bulu akar.
5.Magnesium : ikut dalam pembentukan zat hijau daun dan menyebarkan unsur fosfor ke seluruh tanaman.
6.Sulfur (belerang): bersama unsur dapat mempertinggi kerja unsur lain dan memproduksi energi.
7.Ferum: ikut dalam pembentukan zat hijau daun dan menghasilkan klorofil serta membantu pembentukan enzim pernapasan.
8.Mangan: ikut dalam pembentukan zat hijau daun dan membantu penyerapan nitrogen.
9.Borium: membantu pertumbuhan meristem.
10.seng (Zn) : ikut dalam pembentukan auksin (hormon tumbuh).
11.Molibdenum: berperan dalam mengikat Nitrogen sehingga penting untuk sayur-sayuran (Lingga.1986).
Nutrient dalam  hidroponik dapat diperoleh dengan meramu sendiri atau membelinya dalam bentuk jadi. Nutrien hasil hasil ramuan sendiri biasanya digunakan oleh orang yang menjadikan hidroponik sebagai suatu usaha.

 
Pemberian nutrisi ini dapat mengikuti prosedur berikut.
Tabel 1. Pemberian pupuk dalam masa pertumbuhan
No    Jenis
Pupuk    Masa Pertumbuhan
(g/100 l)    Masa Pembuahan
(g/100 tanaman)
1.    KNO3    25    25
2.    TSP    25    20
3.    Ca(NO3)2    25    25
4.    MgSO4    20    30
5.    NPK    25    30
6.    H3BSO4    14    14
7.    FeSO4    10    14
8.    MnSO4    10    10
9.    ZnSO4    2    2
10.    CuSO4    0,4    0,4
11.    ZA    -    10
 G.Pemilihan tanaman untuk dibudidayakan dengan hidroponik.
    Batasan tanaman yang dapat dihidroponikan kurang jelas karena sampai sekarang jenis tanaman yang dapat dihidroponikan terus bertambah.Memang sampai saat ini belum semua tanaman dapat dihidroponikan , tatapi ada kemungkinan semuanya dapat dihidroponikkan. Kunci dari dapat atau tidaknya tanaman dapat dihidroponikkan tergantung dari nutrien yang diberikan.
    Jenis tanaman yang telah banyak dihidroponikkan dari golongan tanaman hias antara lain philodendron sp., draceana sp., aglonema sp., dan spatylum sp. Dari jenis sayuran yang dapat dihiroponikkan antara lain paprika, tomat, mentimun, salada, sawi, kangkung, dan bayam. Adapun jenis tanaman buah yang dapat dihiroponikkan anatara lain melon,jambu air, kedondong bangkok, dan belimbing.
    Tetapi melihat media yang akan digunakan adalah bubur kertas maka dianjurkan tanamaan tersebut memiliki akar serabut yang banyak dan memiliki karakteristik akar yang kuat.

 II.Cara Penanaman.
      Cara bertanam sistem hidroponik ini seperti halnya pada proses penanaman tanaman biasa,karena media yang digunakan cukup mudah untuk di gunakan.Tetapi yang perlu diperhatikan adalah proses pembuatan media dan pemberian nutrisi dalam media sehingga pertumbuhan tanaman akan optimal.
Gambar Tanaman dalam media Hiroponik.


 III.Hama dan Penyakit
    Pengendalian dapat dilakukan baik secara manual maupun dengan pestisida.

IV.Pemanenan
      Yang tepenting dalam hal pemanenan adalah jenis tanaman yang akan dipanen apakah jenis buah-buahan ataupun jenis sayuran,untuk hal ini cukup dapat sesuaikan dengan jenis tanamannya dan permintaan pasar atau keinginan dari pembudidaya.
Proses pemanenan untuk tanaman sayuran cukup mudah karena tanaman hidroponik cukup bersih dan efisien sehingga proses pencucian tanaman ini cukup mudah.


Penutup
    Dalam pembudidayaan tanaman hidroponik akan memperoleh banyak sekali manfaat mulai dari sejuknya daerah disekitar tanaman, mengurangi polusi diperkotaan serta menjadi salah satu bentuk sistem pertanian modern. Hal ini mendorong banyak pihak baik para pebisnis ataupun para hobi untuk mengembangkan teknologi hidroponik ini, damapak positif yang lain adalah dapat terselesaikanya masalah sampah kertas yang sering menumpuk karena memang konsumsi kertas untuk berbagai keperluan yang meningkat. Perkembangan lebih lanjut adalah terciptanya suatu bentuk sistem pertanian yang ramah ligkungan, memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan lebih modern.







Daftar Pustaka

    Lingga, P.1986.Petunjuk Penggunaan Pupuk.Penerbit Swadaya: Pondok cina Jakarta

Suhardiyanto, H.2009.TeKnologi Rumah Tanaman untuk Iklim Tropika  
Basah: Pemodelan dan Pengendalian Lingkungan. IPB Press, Bogor.

Prihmantoro, H.,Hetty Indriani,Y.1994.Hidroponik Sayuran Semusim Untuk Bisnis dan Hobi. Penerbit Swadaya: Jakarta.
   

2 komentar: